JIWA PENGECUT
Karya : Fathurrohman Rusydi Didin
Rupamu, seperti bunglon biadab
Jiwamu, seperti kelinci pengecut
Sifatmu, seperti monyet kelaparan
Yang sangat rakus akan makanan
Pemburu selalu memburumu
Dimana dan kapanpun
Disaat kau terbangun
Maupun saat kau terlelap
Namun sayang sekali,
Pemburu gagal menangkapmu
Karena kau bagaikan kelinci pengecut
Yang selalu menghindar dari pemburu
Saat pemburu sedikit lengah
Kau berkelian kesana kemari
Dari satu pohon ke pohon lainnya
Saat pemburu sangat sigap
Kau diam tanpa sepatah katapun
Kau berusaha merubah warnamu
Karena kau bagaikan bunglon biadab
Alhasil, para semut kecil menjerit
Suara jeritannya sangat melengking
Namun, kau tak mendengarnya
Atau mungkin kau sengaja tak mendengarnya
No comments:
Post a Comment